Ppali Ppali

 

Suasana kereta bawah tanah serta pedestrian di luar negeri sering menjadi pemandangan unik. Banyak orang berjalan dan lalu lalang dengan cepat. Sebuah mobilisasi yang jarang kita temui di kota mana pun di Indonesia. Di Korea Selatan ada sebuah fenomena yang membuat kami kagum sekaligus unik yang menjadikannya sebagai sesuatu yang khas dari negeri ini.

Imajinasikan, ketika Anda berada di subway atau di pedestrian sambil berjalan kaki, sepintas akan terdengar kata ‘ppali’ yang lazim diucapkan oleh masyarakat di Korea Selatan untuk memberitahukan berjalan atau melakukan sesuatu jauh lebih cepat. Entah karena sedang mengejar waktu atau memang ingin sampai cepat di tujuan.

Di Korea Selatan, kata ‘ppali’ yang dapat diartikan ‘cepat’ familiar disebut di berbagai situasi. Bagi Anda yang sering menonton serial drama atau berkomunikasi dengan Bahasa Korea akan tahu apa arti kata tersebut. Namun tahukah Anda bahwa kata ‘ppali’ memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan menjalankan sesuatu dengan cepat namun juga memiliki dampak terhadap perkembangan masyarakat di Korea Selatan?

Di tahun 1945 ketika bangsa Indonesia sudah mencicipi kemerdekaan dan mulai membangun perekonomian, bangsa Korea masih mengalami perang saudara yang menyebabkan kedua bangsa terbagi menjadi dua negara, yang kita kenal sebagai Korea Utara dan Korea Selatan.

Banyak lembaga internasional kala itu memprediksi bahwa Korea Selatan akan sangat sulit untuk membangun perekonomian akibat perang. Banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan merajalela. Namun, dalam kurun waktu yang relatif cepat perekonomian Korea Selatan mulai menunjukkan geliatnya. Keyakinan bahwa mereka harus bangkit segera dan membangun masa depan harus diwujudkan dengan cepat. Keyakinan ini harus mereka bangun dengan cepat agar dapat merasakan hasilnya dengan baik.

Alhasil, dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun, Korea Selatan berhasil menjadi salah satu negara maju dengan pendapatan perkapita sangat tinggi. Korea Selatan menjadi negara kedua di Asia setelah Jepang yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Pembangunan dan Ekonomi atau OECD serta dapat disandingkan dengan Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya.

Keyakinan bahwa sesuatu harus dilakukan dengan cepat membawa bangsa Korea Selatan unggul. Mereka yakin bahwa konsep ‘ppali’ tidak hanya berarti cepat. ‘Ppali’ menjadi sebuah filosofi bagi sebagian masyarakat Korea Selatan bahwa konsep cepat harus juga diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari.

Disadari atau tidak, sebagian masyarakat di Indonesia pun mendambakan dan mengerjakan sesuatu dapat dikerjakan dengan cepat. Dengan hasil yang tepat, yang pasti harus cepat!

Dari sini, konsep ‘ppali’ mungkin dapat menjadi contoh sebagai sebuah revolusi mental (yang saat ini sedang populer) bagi masyarakat Indonesia. Sebuah pergerakan yang dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat dalam membangun negaranya agar mencapai kehidupan yang lebih baik.

Bukankah dikatakan baik jika cepat dilakukan dengan tepat dan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dan, dikatakan tidak baik jika cepat dilakukan tidak tepat dengan hanya mengharapkan cepat. Tentunya, ini menjadi pekerjaan rumah bersama bukan?

Jadi cepat mana yang bermanfaat?


Article by: Achmad Achyari (AIKUNA)

Video edit : Fani Atmanti (AIKUNA)